Archive for January, 2010

JURNAL TERAKREDITASI

Peranan Perguruan Tinggi dalam pembangunan Ilmu Pengetahuan dan teknologi tidak saja berasal dari kontribusi lulusannya yang bermutu, akan tetapi juga dari hasil penelitiannya yang relevan terhadap pengembangan keilmuan dan kebutuhan pembangunan. Dalam sepuluh tahun terakhir kegiatan penelitian baik di Perguruan Tinggi maupun Instansi Pemerintah lainnya meningkat cukup tajam yang dicerminkan dari jumlah judul penelitian dan pendanaan yang terserap. Hasil-hasil penelitian tersebut perlu disebarluaskan kepada para peneliti lain maupun masyarakat pengguna yang langsung dapat memanfaatkannya. Salah satu sistem komunikasi ilmiah yang perlu ditingkatkan adalah jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan baik oleh Perguruan Tinggi maupun organisasi profesi yang secara teknis telah dinyatakan cukup baik.

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sejak tahun 1992/1993 menunjukan bahwa penampilan sebagian besar jurnal ilmiah yang ada di Indonesia belum sesuai dengan yang diharapkan. Dari sebagian besar jurnal ilmiah masih perlu diperkuat aspek mendasarnya, antara lain tersedianya artikel yang bermutu, proses penyuntingan dan kemampuan memasarkan atau penyebarannya. Kemampuan menulis masyarakat ilmiah di Indonesia dirasakan masih rendah sehingga kemauan untuk menulis artikel ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal bermutu yang terakreditasi masih terus harus dipacu.

Menyadari bahwa kondisi jurnal ilmiah di Indonesia belum dapat dikatakan berbobot, maka Ditjen Dikti melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan mutu jurnal dalam memenuhi persyaratan minimal seperti telah dituangkan dalam kriteria yang ditetapkan. Kriteria yang dipergunakan dalam akreditasi tertuang dalam “Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah” yang disusun bersama oleh LIPI, Ikatan Penyunting Indonesia, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan DP3M, Ditjen Dikti. Kegiatan akreditasi diselenggarakan rutin setiap tahun dan berlaku untuk masa tiga tahun.

Penulisan artikel pada jurnal ilmiah sangat penting dalam rangka pengembangan karier akademik dosen. Penulisan artikel juga dibutuhkan dalam mengkomunikasikan hasil penelitian/pemikiran kepada masyarakat nasional dan internasional. Namun para penulis artikel tidak mudah “menembus” jurnal nasional dan internasional karena ketatnya persyaratan tata tulis. Lebih-lebih pada saat ini Dikti tengah menyiapkan draf revisi rambu-rambu akreditasi jurnal yang direncanakan mulai berlaku tahun 2006. Semloknas ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis artikel untuk jurnal nasional dan internasional

Untuk memberikan panduan tentang seluk beluk pengelolaan dan penerbitan jurnal serta bagaimana strategi dalam menerbitkan jurnal terakreditasi berikut beberapa informasi dan link yang bisa diakses.

Panduan Akreditasi Jurnal

Jurnal terakreditasi Nasional

Pedoman Pengajuan Jurnal

NILAI PERENCANAAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN PERKANTORAN

DAFTAR NILAI (more…)

NILAI MANAJEMEN OPERASI

DAFTAR NILAI

MANAJEMEN OPERASI

(more…)

NILAI MANAJEMEN LOGISTIK

DAFTAR NILAI  AKHIR

MATA KULIAH MANAJEMEN LOGISTIK (more…)

NILAI PENGANTAR MANAJEMEN

DAFTAR NILAI PENGANTAR MANAJEMEN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI (more…)

PENCEGAHAN CACAR AIR

Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

Pengobatan

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengkonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

Berikut link terkait:

Permasalahan cacar air

Gejala Cacar Air

Jangan sepelekan cacar air

Vaksin cacar

Cacar air menyebar pada pergantian musim