KINERJA PNS

PENGEMBANGAN SISTEM KEARSIPAN BERBASIS KOMPUTER

Abstrak

Masalah yang sering dihadapi oleh banyak organisasi di dalam mengelola arsip adalah masih terbatasnya SDM yang profesional dalam mengelola arsip dan penerapan sistem kearsipan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi. Pengaruh globalisasi terutama di bidang teknologi informasi  menuntut Akselerasi dalam pengelolaan kearsipan. Pengelolaan kearsipan yang tidak bisa mengikuti kemajuan Teknologi informasi akan menjadi penghambat kemajuan suatu instansi. Proses aktivitas terutama dibidang administrasi akan menjadi lambat, penemuan data menjadi lambat, akibat terparah adalah proses pengambilan keputusan menjadi terlambat, ini adalah masalah.  Oleh karena itu untuk mengikuti percepatan perubahan sebagai dampak kemajuan teknologi informasi, perlu disiapkan satu mekanisme dan sistem kearsipan yang mampu dan kompatabel dalam percepatan teknologi informasi.

Kata kuci: sistem kearsipan, berbasis komputer

Selengkapnya

PELATIHAN STRATEGI MEMBACA UNTUK PERCEPATAN PENUNTASAN BUTA HURUF

Abstrak

Kegiatan pemberantasan buta aksara telah lama dilakukan, dan hingga kini penyandang buta aksara masih terus ada. Salah satu penyebab utamanya ialah masih terus terjadinya siswa putus sekolah dasar kelas 1, 2, 3 yang kembali buta aksara disamping memang karena berbagai hal terpaksa tidak sekolah. Masih adanya penduduk buta aksara disinyalir memberikan kontribusi terhadap kurang suksesnya Wajar 9 tahun, karena apabila orang tua anak buta aksara, ada kecenderungan anaknya tidak sekolah dan kalaupun sekolah sering terjadi mereka mengulang kelas dan bahkan putus sekolah. Disamping itu, buta aksara juga memberikan kontribusi terhadap rendahnya HDI (Human Development Index=Indeks Pembangunan Manusia) kita. (more…)

PELATIHAN MEMBACA UNTUK PERCEPATAN PENUNTASAN BUTA HURUF

Abstrak

Kegiatan pemberantasan buta aksara telah lama dilakukan, dan hingga kini penyandang buta aksara masih terus ada. Salah satu penyebab utamanya ialah masih terus terjadinya siswa putus sekolah dasar kelas 1, 2, 3 yang kembali buta aksara disamping memang karena berbagai hal terpaksa tidak sekolah. Masih adanya penduduk buta aksara disinyalir memberikan kontribusi terhadap kurang suksesnya Wajar 9 tahun, karena apabila orang tua anak buta aksara, ada kecenderungan anaknya tidak sekolah dan kalaupun sekolah sering terjadi mereka mengulang kelas dan bahkan putus sekolah. Disamping itu, buta aksara juga memberikan kontribusi terhadap rendahnya HDI (Human Development Index=Indeks Pembangunan Manusia) kita.

Penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun melalui Program Pendidikan Keaksaraan melalui Pelatihan Strategi Pembelajaran membaca dapat menempuh langkah-langkah berikut:

  1. Sosialisasi dan promosi tentang pentingnya Wajar Dikdas 9 Tahun,
  2. Memberdayakan masyarakat untuk berperan dalam penyelenggaraan Wajar Dikdas 9 Tahun, melalui jalur nonformal,
  3. Melakukan konsolidasi dengan pemerintah setempat untuk memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan nonformal dalam mengakomodasi kebutuhan warga masyarakat akan pendidikan,
  4. Memberikan pelayanan pendidikan bagi warga masyarakat yang belum menyelesaikan Wajar Dikdas 9 tahun, terutama yang berusia antara 10 sampai dengan 44 tahun.

Selengkapnya klik di sini