Fungsi Kepemimpinan

Fungsi Kepemimpinan

Kepemimpinan yang efektif akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian di dalam situasi sosial kelompok/oreganisasinya.

Pemimpin yang membuat keputusan dengan memperhatikan situasi sosial kelompok organisasinya, akan dirasakn sebagai keputusan bersama yang menjadi tanggung jawab bersama pula dalam melaksanakannya. Dengan demikian akan terbuka peluang bagi pemimpin untuk mewujudkan fungsi-fungsi kepemimpinan sejalan dengan situasi sosial yang dikembangkannya.

Fungsi kepemimpinan memiliki dua dimensi sebagai berikut : Selengkapnya »

Arti dan Fungsi Otomatisasi Perkantoran

ARTI DAN FUNGSI OTOMATISASI PERKANTORAN

Otomatisasi dalam bahasa Inggris disebut automation memiliki padanan kata mechanization dan computerization (Lernout & Hauspie Speech Products N.V., 1993). Automation memiliki dua makna yaitu 1) the use of automatic equipment to save mental and manual labour (penggunaan peralatan otomatis untuk menghemat pikiran dan tenaga) dan 2) the automatic control of the manufacture of a product through its successive stages (kendali otomatis dalam pembuatan suatu produk dengan tahapan yang sistematis). Mechanization yang memiliki kata kerja mechanize memiliki arti give a mechanical caracter to (menerapkan sistem mekanis), dan compurization dengan kata kerja computerize mengandung makna 1) equip with a computer, install a computer in (menggunakan komputer) dan 2) store, perform, or produce by computer (menyimpan, melaksanakan, atau menghasilkan dengan komputer) (AND Complex for Windows, 1993). Selengkapnya »

Mesin Penghancur Dokumen

Mesin Penghancur Dokumen (Shredder)

Dilihat dari bentuk dokumen yang dihancurkan penghancur dokumen dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1.  Penghancur kertas (Paper shredder), digunakan untuk menghancurkan dokumen     berupa kertas, seperti surat, arsip, laporan dan lain-lain.

2.  Penghancur microfilm (Microfilm shredder), digunakan untuk menghancurkan dokumen dalam bentuk microfilm.

Penghancur kertas sangat berguna bagi instansi, kantor pemerintah maupun swasta. Sebagai alat pemusnah dokument rahasia yang ramah lingkungan arti kata tidak ribet dan dokument tidak perlu di bakar sehingga akan menimbulkan polusi udara lingkungan sekitarnya, dokument atau kertas-kertas penting yang sudah kadaluwarsa dan tidak lagi di pakai, sehingga untuk lebih aman dan terjamin dokument-dokument tersebut dapat dihancurkan dengan memakai mesin penghancur kertas. Model dan ukurannya kecil standar C-22S produksi offistar, bisa dipindah-pindah dari ruangan satu ke ruangan lain sesuai keinginan.
Untuk mempermudah proses penghancuran.

Cara kerja mesin penghancur kertas ini, mengharuskan kita untuk memiliki kesabaran, hati-hati dan telaten, karena apabila akan memasukkan kertas harus selembar demi selembar, kalau memasukkankan 2 lembar apa lagi lebih, maka otomatis mesin penghancur ini akan tiba – tiba berhenti sendiri. Sehingga kertas yang masih dalam process penghancuran terjepit di tengah-tengah. kalau sudah begitu mesin ini aliran listriknya harus di matikan, dan secara manual kertas yang terjepit tadi harus kita keluarkan, baru kemudian bisa melanjutkannya lagi. mesin penghancur ini sangat berguna di kantor, walaupun kecil dan sering ngadat, itu karena tidak sabar dalam pengerjaan. Selengkapnya »

Pengertian Otomatisasi Perkantoran

Definisi

Otomatisasai perkantoran adalah semua system informasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berbeda di dalam maupun di luar perusahaan. Dengan kata lain otomatisasi perkantoran merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan.

Beberapa system otomatisasi perkantoran secara formal dan didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis. System formal ini diterapkan di seluruh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, mirip dengan sistem informasi manajemen. Namun sebagian besar system otomatisasi perkantoran tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. System-sistem informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluaannya sendiri. Dan otomatisasi perkantoran dimaksudkan untuk memudahkan segala jenis komunikasi baik secara lisan maupun secra tertulis.

Asal mula otomatisasi perkantoran di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word-processing untuk menjelaskan kegiatan devisi mesin tik listriknya. Bukti nyata, pada tahun 1964-an, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis. Selengkapnya »

Peraturan Penerbitan Jurnal

1. Permen No. 68 Tahun 2009;Tentang Pedoman Akreditasi . Download

2. Permen No. 67 Tahun 2009; Akreditasi Berkala Ilmiah. Download

Peraturan Kependidikan

1. UU No. 14Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Download

2. UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS. Download

3. Permen No.16 Tahun 2007 Tentang Kompetensi Guru. Download

4. Permen No.58Th 08  S1 Guru dlm Jabatan. Download

5. Pedoman PPKHB. Download.

Akreditasi Jurnal

JURNAL TERAKREDITASI

Peranan Perguruan Tinggi dalam pembangunan Ilmu Pengetahuan dan teknologi tidak saja berasal dari kontribusi lulusannya yang bermutu, akan tetapi juga dari hasil penelitiannya yang relevan terhadap pengembangan keilmuan dan kebutuhan pembangunan. Dalam sepuluh tahun terakhir kegiatan penelitian baik di Perguruan Tinggi maupun Instansi Pemerintah lainnya meningkat cukup tajam yang dicerminkan dari jumlah judul penelitian dan pendanaan yang terserap. Hasil-hasil penelitian tersebut perlu disebarluaskan kepada para peneliti lain maupun masyarakat pengguna yang langsung dapat memanfaatkannya. Salah satu sistem komunikasi ilmiah yang perlu ditingkatkan adalah jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan baik oleh Perguruan Tinggi maupun organisasi profesi yang secara teknis telah dinyatakan cukup baik.

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan sejak tahun 1992/1993 menunjukan bahwa penampilan sebagian besar jurnal ilmiah yang ada di Indonesia belum sesuai dengan yang diharapkan. Dari sebagian besar jurnal ilmiah masih perlu diperkuat aspek mendasarnya, antara lain tersedianya artikel yang bermutu, proses penyuntingan dan kemampuan memasarkan atau penyebarannya. Kemampuan menulis masyarakat ilmiah di Indonesia dirasakan masih rendah sehingga kemauan untuk menulis artikel ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal bermutu yang terakreditasi masih terus harus dipacu.

Menyadari bahwa kondisi jurnal ilmiah di Indonesia belum dapat dikatakan berbobot, maka Ditjen Dikti melaksanakan kebijakan untuk meningkatkan mutu jurnal dalam memenuhi persyaratan minimal seperti telah dituangkan dalam kriteria yang ditetapkan. Kriteria yang dipergunakan dalam akreditasi tertuang dalam “Instrumen Evaluasi untuk Akreditasi Berkala Ilmiah” yang disusun bersama oleh LIPI, Ikatan Penyunting Indonesia, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan DP3M, Ditjen Dikti. Kegiatan akreditasi diselenggarakan rutin setiap tahun dan berlaku untuk masa tiga tahun.

Penulisan artikel pada jurnal ilmiah sangat penting dalam rangka pengembangan karier akademik dosen. Penulisan artikel juga dibutuhkan dalam mengkomunikasikan hasil penelitian/pemikiran kepada masyarakat nasional dan internasional. Namun para penulis artikel tidak mudah “menembus” jurnal nasional dan internasional karena ketatnya persyaratan tata tulis. Lebih-lebih pada saat ini Dikti tengah menyiapkan draf revisi rambu-rambu akreditasi jurnal yang direncanakan mulai berlaku tahun 2006. Semloknas ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis artikel untuk jurnal nasional dan internasional

Untuk memberikan panduan tentang seluk beluk pengelolaan dan penerbitan jurnal serta bagaimana strategi dalam menerbitkan jurnal terakreditasi berikut beberapa informasi dan link yang bisa diakses.

Panduan Akreditasi Jurnal

Jurnal terakreditasi Nasional

Pedoman Pengajuan Jurnal